Kendari – Begini Penanganan Awal Korban Tersambar Petir, Jika Kota Kendari Diterpa Hujan Deras dan Kilat. Berikut ini cara penanganan awal korban tersambar petir, jika Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terjadi hujan deras disertai kilat.
Kondisi seperti ini pun harus di waspadai, terlebih beberapa wilayah Indonesia tengah menghadapi musim hujan. Menurut BMKG, sejak pertengahan November 2025 sekitar 72,7 persen wilayah Indonesia sudah resmi memasuki musim hujan, dan curah hujan diperkirakan akan terus meningkat hingga Desember 2025. Begitu pula di Kota Kendari. Khususnya, cuaca pada hari ini, Sabtu (29/11/2025) di beberapa titik Kendari, mendung ataupun berawan.
Biasanya jika mendung, sering disertai petir karena awan mendung yang tebal biasanya adalah awan cumulonimbus, yang menyimpan muatan listrik besar. Ketika muatan ini dilepaskan, muncullah kilat dan suara guntur. Hal ini patut diwaspadai karena dapat berisiko tersambar petir. TribunnewsSultra.com mencatat sejumlah kasus tersambar petir di Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang baru saja terjadi pada dua warga Kendari yakni MD (47) dan AJ (28).
Keduanya tewas tersambar petir saat bermain bola di Lapangan Desa Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (17/11/2025). MD diketahui bekerja sebagai penjual ayam potong, sedangkan AJ merupakan wiraswasta. Kapolsek Bondoala, IPTU Muh Heder Payapo mengatakan peristiwa terjadi ketika dua korban bersama warga lainnya tengah asyik bermain bola di Lapangan Desa Morosi.
Baca Juga : Daftar Ikan Kaya Protein dan Hewani, Bisa Ditemukan di Pasar Andounohu Kendari, Dijual per Kiloan

Meskipun kondisi cuaca saat itu sudah mulai tidak bersahabat, dengan hujan gerimis dan mendung pekat, permainan tetap berlangsung. “Tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras dan langsung mengenai kedua korban,” ujarnya, Senin (17/11/2025). Masyarakat yang berada di lapangan segera menghampiri kedua korban yang tersungkur. Keduanya pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, menggunakan mobil Avanza milik warga setempat. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, tim medis yang melakukan pemeriksaan menyatakan bahwa baik MD maupun AJ sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Penanganan Awal Tersambar Petir
Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga di Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Syaiful Wijanarta kepada TribunnewsSultra.com mengungkapkan cara penanganan awal ketika melihat korban tersambar petir. Menurutnya, hal yang terpenting jika melihat seseorang tersambar petir harus dijauhkan dari area sambaran petir. Ia menyebut pada dasarnya penanganan sangat umum yang dilakukan seperti teknik Resusitasi Jantung Paru atau RJP. “Umum saja penanganannya, cuman kalau mau olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dulu tetap dr kepolisian,” tuturnya.
Syaiful menerangkan bahwa ketika korban mengalami henti jantung bisa segera dilakukan BHD. BHD adalah singkatan dari Bantuan Hidup Dasar, yaitu serangkaian tindakan pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami henti jantung atau henti napas. “Kalau ada henti napas henti jantung tetap ada BHD tapi syarat BHD juga ada untuk melaksanakan RJP, api tetap dijauhkan dulu korbannya dari area sambaran petir,” jelasnya.
Pihak KPP Kendari, kata Syaiful pun sejauh ini memberikan bantuan proses evakuasi. Namun, kebanyakan masyarakat kerap melakukan evakuasi mandiri. “Hanya membantu aja jika diperlukan proses evakuasinya. Kebanyakan kejadian masyarakat evakuasi mandiri,” pungkasnya.





